Ibarat layang- layang terputus talinya...

By farhan ali on 2:12 AM

Filed Under:

sumber - faridbj.files.wordpress.com

"Iman yazid wa yanqus."
Iman itu, sifatnya berkurang dan bertambah.

Apakah itu iman sebenarnya? Apa yang boleh difahami dari makna iman ini sebenarnya?

Firman Allah SWT:


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ {4}

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, .


(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.

(QS. Al-Anfaal :2-4)

Iman mempunyai banyak cabang dan tingkatannya.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata,

"Rasulullah SAW bersabda, 'Iman terbagi lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan laailaa ha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu termasuk satu cabang dari iman."

HR. Muslim

Iman adalah ucapan dan perbuatan. Ucapan hati dan lisan, dan amal hati, lisan dan anggota tubuh. Iman yazid bitto'ah wa yanqus bi ma'siyah, iman itu bertambah dengan taat dan berkurang dengan maksiat. Sebagaimana dikatakan, orang yang beriman dan sentiasa cuba meningkatkan keimanannya itu pastinya adalah jauh berbeza dengan orang yang kurang beriman, apatah lagi yang langsung nilai iman di dadanya walaupun sebesar zarah.

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak berzina orang yang berzina saat berzina sedangkan dia dalam keadaan beriman. Tidak mencuri orang yang mencuri saat dia mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman. Dan tidak meminum arak (orang yang meminumnya) saat dia meminum sedangkan dia dalam keadaan beriman."

[Muttafaqun 'alaih.]

Iman lebih umum daripada Islam dari maknanya; karena ia mengandung Islam. Maka, seorang hamba tidak akan sampai kepada tingkatan iman kecuali apabila telah merealisasikan Islam dan iman lebih spesifik dari sisi pelakunya; karena ahli iman adalah segolongan dari ahli Islam (muslim), bukan semuanya. Maka, setiap mukmin adalah muslim dan tidak setiap muslim adalah mukmin.

"Orang yang kurang beriman ataupun tidak beriman, hidupnya bagaikan layang-layang yang putus tali. Nampak sahaja bebas, ke atas dan ke bawah. Ke kanan dan ke kiri. Sebenarnya dia tidak tahu untuk apa dia diuji dengan suka dan duka. Jika dia menerima nikmat, dia gembira. Jika dia ditimpa musibah, dia bersedih. Akhirnya, dia tua dalam keadaan keliru. Untuk apa nikmat itu dan untuk apa musibah itu. Bagaiman adabnya ketika menghadapi nikmat dan bagaimana pula ketika diuji dengan musibah. Dia sesungguhnya tidak mengerti. Bagaikan layang-layang, akhirnya dia akan jatuh ke dalam sungai atau merempuh pokok dan musnah." [Ustaz Ahmad Basri Che Azih, 2010]


wallahu'alam.

0 comments for this post

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails